Sleman – Inovasi olahan pangan berbahan dasar tahu yang diusung oleh Tim PPK Ormawa Nawasatya Universitas Gadjah Mada (UGM) terus menuai apresiasi dari masyarakat. Salah satunya datang dari Ibu Rahayu, Ketua PKK RT 04, Padukuhan Barepan, Kalurahan Margoagung, yang menyambut positif program pemberdayaan yang digulirkan oleh tim mahasiswa tersebut.
Dalam wawancara yang dilakukan di kediaman Ibu Rahayu pada Jumat, 3 Oktober 2025 sore, beliau dengan antusias berbagi pengalamannya mengikuti rangkaian program dari Tim PPK Ormawa Nawasatya UGM.
“Programnya sangat bermanfaat,” ujar Ibu Rahayu memulai pembicaraan. “Kemarin dilatih sosialisasi digital pemasaran dan sekarang dikasih oven. Nah, kalo bisa buat tepungnya pake oven aja, Mbak. Jadi itu peluangnya bagus itu, lho.”
Bantuan oven yang dimaksud menjadi titik terang bagi kelompoknya untuk mengembangkan produk lebih lanjut, khususnya dalam memproduksi tepung okara (tepung dari ampas tahu) yang menjadi bahan baku berbagai camilan inovatif.
Ibu Rahayu juga menggarisbawahi keunikan dan nilai lebih dari tepung okara yang diperkenalkan oleh tim PPK Ormawa Nawasatya UGM. “Dulu ada pelatihan lain, mahasiswanya belum ada yang bawa program tepung dari ampas tahu (tepung okara). Nah, kalo tepung kayak gini bisa awet 1-2 bulan sampai 1 tahun. Terus kalo udah jadi tepung biasanya rasanya beda dan bisa diolah jadi banyak produk, Mas, Mbak, kayak basreng, cookies tahu, stik tahu seperti pelatihan dari mas mbak kemarin,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa program ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga membuka wawasan tentang pengawetan bahan baku dan diversifikasi produk. Tepung okara yang memiliki daya simpan panjang memberikan fleksibilitas dan kemudahan bagi ibu-ibu PKK untuk berproduksi tanpa khawatir bahan baku cepat busuk.
Dukungan berupa pelatihan digital marketing sebelumnya juga dinilai sangat relevan dengan tantangan usaha mikro masa kini, membekali mereka dengan kemampuan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Apresiasi dan masukan dari Ibu Rahayu ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara akademisi dan masyarakat dapat melahirkan solusi yang konkret, aplikatif, dan berkelanjutan. Melalui program ini, Tim PPK Ormawa Nawasatya UGM tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga memberdayakan masyarakat dengan menyediakan alat pendukung dan membuka peluang ekonomi kreatif baru dari bahan yang selama ini kerap diabaikan.