Mahasiswa Gadjah Mada Building and Bridge (GMBB) Community Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam kompetisi teknik sipil tingkat nasional. Pada ajang Innovative Bridge Design Competition ICEE ITB 2026 yang diselenggarakan pada 11–15 Februari 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Tim Wangsadinata tampil impresif dengan mencatat waktu perakitan tercepat, yakni 48 menit, serta menghasilkan struktur jembatan model dengan berat paling ringan sebesar 13,75 kg. Berkat performa tersebut, tim berhasil meraih Juara 3 sekaligus Juara Kategori Best Crew.
Tim Wangsadinata, delegasi Komunitas GMBB yang terdiri atas Budi Prasojo (TRPBS 23), M. Falah Naufal Moelia (Teknik Sipil 22), dan Renhart Fonguart (Teknik Sipil 22), menunjukkan performa unggul baik dalam aspek teknis perancangan maupun soliditas kerja tim. Anggota Tim Wangsadinata, Prasojo, menyampaikan bahwa kolaborasi antara teknologi informasi dan struktur jembatan menghadirkan pengalaman yang belum pernah semenarik ini sebelumnya. Hal tersebut selaras dengan tema ICEE ITB 2026, “Advancing Infrastructure Analysis by Combining Structural Monitoring Systems with Digital Data Analytics,” yang menekankan integrasi sistem pemantauan struktur dengan analisis data digital.
Pada babak final, Tim Wangsadinata UGM bersaing ketat dengan delegasi dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia. Dengan manajemen waktu yang efektif serta pendampingan intensif dari dosen pembimbing, Akhmad Aminullah, S.T., M.T., Ph.D., tim mampu tampil optimal. Kompetisi ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 dan 9 melalui pengalaman perancangan jembatan berkelanjutan serta perluasan jejaring antaruniversitas.
Kasubdit Kreativitas, Suprijani, S.I.P., M.P.A., menyampaikan bahwa keberhasilan ini berdampak positif bagi tim dan Universitas Gadjah Mada, sekaligus berkontribusi pada peningkatan Indeks Kinerja Utama (IKU) serta diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi.