Komunitas Gadjah Mada Building & Bridge (GMBB) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui ajang International Research Paper Competition PUtechnovation yang diselenggarakan oleh Politeknik Pekerjaan Umum pada 20–21 Mei 2026. Komunitas GMBB melalui Tim Cihuy Mihuy berhasil meraih Juara 2 pada kategori Innovation in Building Infrastructure melalui inovasi bertajuk “Nexa: Smart Public Working Space with AIoT-Integrated Rainwater Harvesting and Hybrid Photovoltaic-Piezoelectric Pedestrian Pathways for Water Supply and Sustainable Energy.”
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan melalui ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tingkat nasional. Pada pendanaan PKM Tahun 2026, UGM berhasil menjadi perguruan tinggi dengan jumlah proposal didanai terbanyak secara nasional dengan capaian 56 proposal. Proposal-proposal tersebut terdiri atas PKM K (3), PKM KC (14), PKM KI (2), PKM PI (4), PKM PM (5), PKM RE (14), PKM RSH (11) dan PKM VGK (3). Capaian ini menegaskan konsitensi UGM dalam mendorong inovasi dan kreativitas, serta mencerminkan ekosistem budaya akademik, riset mahasiswa yang kuat di lingkungan kampus.
Komunitas Gadjah Mada Building and Bridge Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Tim Hanggar Karya berhasil meraih Juara 1 pada ajang National Tender Competition Civil Carnival 10.0 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Dilaksanakan pada 11–12 Mei 2026 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, diikuti oleh 38 tim mahasiswa teknik sipil dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Tim Hanggar Karya beranggotakan Demas Tegar Nasapratama, Tita Renita, dan Novi Harun Hariningsih melakukan penyusunan simulasi tender proyek konstruksi nasional yang meliputi dokumen penawaran secara lengkap yang meliputi dokumen administrasi, dokumen teknis, dokumen biaya, hingga strategi inovasi penawaran proyek konstruksi. Kompetisi ini menantang peserta untuk memahami dan menerapkan proses tender konstruksi sebagaimana diterapkan dalam dunia profesional dimana ketelitian, ketepatan analisis serta inovasi metode pelaksanaan yang mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan dan mutu konstruksi sangat dibutuhkan.
Pada 30 April 2026 di Universitas Mataram, Tim Studio Tolak Angin yang beranggotakan Athaya Septiana Maharani dan Yudha Dwi Anggara berhasil meraih Juara 1 dalam Sayembara Arsitektur Nasional PERSPEKTIF 2026. Prestasi ini diraih melalui karya inovatif bertajuk “sekolah-LAH!”, yang menawarkan pendekatan arsitektur tanggap bencana dengan fokus pada isu banjir yang kerap terjadi di berbagai wilayah.
“sekolah-LAH!” merupakan desain sekolah rakyat adaptif banjir yang dirancang dengan struktur fleksibel, memungkinkan bangunan mengapung saat terjadi banjir dan kembali turun ketika kondisi kembali kering. Konsep ini tidak hanya menekankan ketahanan bangunan, tetapi juga keberlanjutan fungsi pendidikan dalam situasi ekstrem. Selain itu, desain ini mengintegrasikan sistem rainwater harvesting serta ruang multifungsi floodable space yang dapat berfungsi sebagai penampung air hujan sekaligus amphitheater komunal.