Tim Yacaranda Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional melalui ajang Formula Student Concept Challenge 2025 yang diselenggarakan di India dan berlangsung secara daring pada 12 September hingga 21 November 2025. Dalam kompetisi ini, Tim Yacaranda berhasil meraih sejumlah penghargaan pada berbagai kategori bergengsi, menandai langkah penting dalam perjalanan menuju kompetisi otomotif tingkat global.
Pada ajang tersebut, Tim Yacaranda UGM berhasil memperoleh Juara 2 (P2) pada kategori Procurement dan Juara 3 (P3) pada kategori Engineering Design, Concept Resources, serta Business Plan Presentation. Capaian ini menunjukkan kemampuan tim yang solid tidak hanya dari sisi teknis rekayasa kendaraan, tetapi juga dari aspek manajerial, perencanaan bisnis, dan pengelolaan sumber daya.

Dalam kategori Business Plan Presentation, Tim Yacaranda mengembangkan inovasi bertajuk TelYa, sebuah konsep sistem telemetri kendaraan listrik cerdas yang dirancang untuk mengolah data kendaraan menjadi intelligence. Konsep ini ditujukan untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data serta menjawab tantangan masa depan mobilitas yang semakin terintegrasi dengan teknologi digital. Sementara itu, pada kategori Engineering Design dan Electrical, tim menghadirkan rancangan EV-4, sebagai pengembangan desain kendaraan listrik yang berfokus pada efisiensi, keandalan sistem, dan kesiapan untuk kompetisi Formula Student.
Keikutsertaan dalam Formula Student Concept Challenge 2025 menjadi tonggak penting bagi Tim Yacaranda UGM, mengingat sebelumnya tim ini telah aktif dan berprestasi di berbagai kompetisi nasional, seperti Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) dengan raihan Juara Umum, serta PLN Innovation and Competition in Electricity (PLN ICE). Setelah sekian lama berkiprah di tingkat nasional, Tim Yacaranda memantapkan langkah untuk berkembang dan berani bersaing di ranah internasional.
Ketua Tim Yacaranda UGM, Muhammad Hassya Revansyah Pane, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari proses panjang dan komitmen seluruh anggota tim.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa konsistensi dalam riset, kerja sama tim, dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman mampu membawa Yacaranda melangkah ke level yang lebih tinggi. Kompetisi internasional ini bukan hanya tentang menang, tetapi tentang belajar, beradaptasi, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan industri otomotif global,” ujarnya.
Keberhasilan Tim Yacaranda UGM juga tidak terlepas dari dukungan penuh berbagai pihak. Prestasi ini terealisasi berkat dukungan Direktorat Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada, serta para mitra dan sponsor industri, di antaranya PLN Puslitbang, Trafindo, Ansys CAD-IT, Alfagloss, ISTW, Bank BCA, Neo Marta, Swaragama, dan Harbour Energy. Dukungan tersebut menjadi pondasi penting dalam mewujudkan riset dan inovasi yang kompetitif serta berkelanjutan.
Ke depan, Tim Yacaranda UGM berharap dapat terus mengembangkan inovasi kendaraan listrik, memperkuat kompetensi riset dan rekayasa, serta meningkatkan daya saing di ajang Formula Student tingkat internasional. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Yacaranda optimistis dapat berkontribusi nyata dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik dan mobilitas berkelanjutan di masa depan.