Potret Sesi Dokumentasi Tim PPK Ormawa KAPSTRA dan Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si. bersama masyarakat. Sumber: Dok. Tim PPK Ormawa KAPSTRA
Berdirinya Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), mengajak mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat guna melatih kepemimpinan dan meningkatkan kapasitas organisasi mahasiswa. Tim PPK Ormawa KAPSTRA (Keluarga Mahasiswa Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan) menggagas program Desa Wirausaha dengan mengusung konsep rural empowerment yang didukung oleh prinsip circular economy dan zero waste melalui diversifikasi olahan produk jagung lokal. Gagasan tersebut menjadi wujud komitmen terhadap isu kesejahteraan masyarakat di Kalurahan Bumirejo yang tertuang melalui program Syncorn (Synergy Corn Innovation for Rural Empowerment).
Urgensi utama Tim PPK Ormawa KAPSTRA menyoroti persoalan kemiskinan struktural, di mana 70% dari total 9.193 masyarakat Bumirejo masih menerima bantuan kebutuhan hidup dasar. Didukung adanya ketimpangan ekonomi dan ketidakstabilan tingkat pendapatan disebabkan oleh mayoritas pekerjaan yang tumbuh di sektor informal. Melihat celah kerentanan sosial dan ekonomi masyarakat, membuat Tim PPK Ormawa KAPSTRA tergerak melakukan sumbangsih sebagai mahasiswa dengan tujuan peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat untuk menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Setelah membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) serta melakukan sosialisasi program, Tim PPK Ormawa KAPSTRA yang menggandeng Social Development Studies Center (SODEC) sebagai mitra, berupaya membangun fondasi keberlanjutan melalui kapasitas masyarakat melalui workshop bagi KUB khususnya dalam tata kelola kelembagaan, pembagian peran, pengambilan keputusan, hingga strategi untuk mengokohkan keberlanjutan usaha. Sebagai pegiat di bidang ekonomi kerakyatan, kewirausahaan sosial, dan community empowerment, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., membagikan wawasan dan pengalamannya kepada masyarakat, dan juga kepada Tim PPK Ormawa KAPSTRA untuk mendukung pelaksanaan program yang lebih optimal. Dalam materinya, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., berpesan bahwa, “Untuk mewujudkan usaha yang keberlanjutan, kelembagaan yang kokoh dan inovasi menjadi kunci utama. Masyarakat harus bisa adaptif dan inovatif menyesuaikan perkembangan zaman, mulai dari diversifikasi produk maupun metode pemasarannya.”

Potret Sesi Diskusi. Sumber: Dok. Tim PPK Ormawa KAPSTRA
Sesi diskusi pun berlangsung interaktif dengan antusiasme masyarakat yang terlihat dari berbagai pertanyaan, pendapat, dan pengalaman yang dibagikan. Ruang tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk berdialog dan berkonsultasi mengenai pengembangan usaha sekaligus membicarakan langkah keberlanjutan program Syncorn sebagai persiapan ketika nanti keterlibatan program terhenti dan KUB berjalan mandiri sepenuhnya.
Melalui kemitraan terjalin dan kegiatan ini, pemberdayaan yang diupayakan melalui program Syncorn tidak berpusat pada terciptanya produk maupun terlaksananya rangkaian kegiatan, tetapi diarahkan juga pada kemampuan masyarakat untuk melanjutkan dan mengembangkan usaha secara mandiri. Dengan kelembagaan yang semakin kokoh, kapasitas yang terus bertumbuh, serta kemampuan beradaptasi dan berinovasi, KUB diharapkan mampu menjadi aktor utama dalam menjaga keberlanjutan usaha setelah program memasuki tahap exit strategy. Dengan demikian, program tidak hanya menyemaikan peningkatan ekonomi melalui produk olahan jagung lokal, tetapi juga menumbuhkan fondasi kemandirian masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan.