Satu hal yang saya pelajari ketika menjadi seorang mahasiswa UGM adalah tidak ada yang benar dan yang salah. Terlalu sering kita terperangkap dalam dua pilihan yang dikotomistis: apakah sesuatu benar atau salah, baik atau buruk. Berpikir dualistik akan mengerdilkan kehidupan, sebaliknya berpikir pluralistik dan komparatif membuat kita melihat kebenaran dan kebaikan yang tersebar di sepanjang horizon kehidupan. Inilah Pancasila, inilah kebhinekaan. Sebuah jalan tengah atas inter-kulturasi bangsa Indonesia. Inilah identitas kita sebagai Gadjah Mada Muda. Meminjam kata-kata GusDur: “Keragaman adalah keniscayaan akan hukum Tuhan atas ciptaan-Nya” Karena perbedaan sangat mustahil dihapuskan, maka persatuan tak boleh diartikan penyeragaman. Jiwa Gadjah Mada adalah jiwa yang inklusif. Namun inklusivitas sosial masih belum sepenuhnya tercipta, akibat aktualisasi Pancasila yang belum terlaksana. Kita dapat melafalkan seluruh sila-silanya, namun tanpa penanaman nilainya, kita bagaikan kambing menanduk bukit. Memaknai Pancasila berakar pada pemikiran, pemikiran untuk selalu terbuka, terbuka terhadap perubahan, kalau kata Pak Jokowi, sebuah Revolusi Mental. Dengan memaknai toleransi, kita harus menjadi generasi yang mampu berpikir dan bersikap rasional dan pada akhirnya menumbuhkembangkan kesadaran dan tanggung jawab sosial yang tinggi. Sebuah perubahan memerlukan keberanian dan bagi saya keberanian yang terpenting adalah “Berani Untuk Gagal”.
Berita Terbaru
Berangkat dari minimnya pastisipasi tenaga ahli Indonesia di organisasi internasional yang hanya berjumlah 5% khususnya yang berbasis di International Atomic Energy Agency 2017 (IAEA), Kedutaan Besar Indonesia di Austria bekerja sama dengan International Atomic Energy Agency 2017 (IAEA) mengadakan workshop bertajuk Roadshow of International Career. Ikut terlibat juga dalam event ini Institute of Nuclear Materials Management Student Chapter Universitas Gadjah Mada.
Meski masih berstatus negara berkembang, Indonesia memiliki kompetensi yang mumpuni dan diakui oleh dunia untuk bekerja di organisasi international khususnya dalam bidang nuklir. Oleh karena itu hadirnya workshop ini akan meningkatkan partisipasi warga negara Indonesia di organisasi internasional seperti IAEA dan CTBO.
Setelah mengetahui 31 tim PKM UGM lolos PIMNAS XXX, UGM melalui Subdirektorat Kreativitas Mahasiswa menyelenggarakan pelatihan untuk mempersiapkan kompetisi bergengsi tersebut. Senin (7/8) lalu dibantu oleh PKM Center UGM, pelatihan tersebut resmi dibuka oleh Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng.
Dalam pembukaan tersebut, Rektor mengarahkan kontingen PIMNAS UGM untuk mengulang kesuksesan PIMNAS tahun 2014 saat UGM menjadi Juara Umum. “Saya yakin kemampuan adek-adek mahasiswa itu jauh lebih baik dibanding dengan pesaing lain. Dengan semangat juang yang tinggi insya Allah akan mengantarkan adek-adek menjadi Juara Umum PIMNAS XXX,”ujar Panut.
Create your meaningful experience with Danone, a company that commits 100% in contributing to a healthier world. In Danone Industrial Design Competition (DIDC), we challenge you to re-engineer our AQUA jugs production line to be more effective and efficient. You have the opportunity to apply your engineering knowledge from campus into real industrial practice in one of the biggest FMCG company. You will present your idea to our Aqua Operation management team. Winner’s design will be implemented in Danone Aqua factories.