Komunitas Gadjah Mada Building and Bridge Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Tim Hanggar Karya berhasil meraih Juara 1 pada ajang National Tender Competition Civil Carnival 10.0 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Dilaksanakan pada 11–12 Mei 2026 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, diikuti oleh 38 tim mahasiswa teknik sipil dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Tim Hanggar Karya beranggotakan Demas Tegar Nasapratama, Tita Renita, dan Novi Harun Hariningsih melakukan penyusunan simulasi tender proyek konstruksi nasional yang meliputi dokumen penawaran secara lengkap yang meliputi dokumen administrasi, dokumen teknis, dokumen biaya, hingga strategi inovasi penawaran proyek konstruksi. Kompetisi ini menantang peserta untuk memahami dan menerapkan proses tender konstruksi sebagaimana diterapkan dalam dunia profesional dimana ketelitian, ketepatan analisis serta inovasi metode pelaksanaan yang mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan dan mutu konstruksi sangat dibutuhkan.
Strategi penawaran yang adaptif dan kompetitif melalui pendekatan konstruksi modern berbasis efisiensi waktu, optimalisasi sumber daya, serta penerapan konsep keberlanjutan pada proses pembangunan dihadirkan oleh Tim Hanggar Karya yang menjadi nilai utama dalam penilaian karena tidak hanya berfokus pada aspek administratif dan teknis, tetapi juga memperhatikan efektivitas pelaksanaan proyek konstruksi secara menyeluruh.
Keunggulan yang dimiliki tim dalam aspek inovasi metode pelaksanaan, kelengkapan dokumen tender, strategi penawaran, serta kemampuan menjawab pertanyaan teknis dan manajerial secara komprehensif menjadikannya memperoleh juara pada ajang kompetisi National Tender Competition Civil Carnival 10.0.
Prestasi ini menjadi bukti kontribusi mahasiswa Gadjah Mada Building and Bridge Universitas Gadjah Mada dalam pengembangan kemampuan profesional di bidang manajemen konstruksi dan pengadaan proyek. Melalui kompetisi ini, tim berharap inovasi dan kemampuan mahasiswa dalam penyusunan dokumen tender konstruksi dapat terus berkembang dan diterapkan secara nyata dalam dunia industri konstruksi Indonesia.