Potret Tim PPK Ormawa HMGP UGM bersama perwakilan KTHKm Kalurahan Banyusoco usai kegiatan pembentukan FORKOM Hutan BERSERI.
Sumber: Dok. Tim PPK Ormawa HMGP UGM
GUNUNGKIDUL – Kalurahan Banyusoco memiliki potensi besar dalam pengelolaan hutan melalui skema Hutan Kemasyarakatan (HKm). Sejak 2007, empat Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (KTHKm) memperoleh hak kelola hutan produksi selama 35 tahun melalui Program Perhutanan Sosial yang didampingi oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Program ini bertujuan mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari, produktif, dan berkelanjutan.
Hasil survei, observasi, dan wawancara Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Geografi Pembangunan (HMGP) Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa Banyusoco memiliki potensi besar pada komoditas hasil hutan dan agroforestri, seperti kayu jati, empon-empon, jagung, dan ubi garut. Sebagian komoditas telah diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti jamu kristal dan emping garut, serta mulai dipasarkan secara digital.
Meski demikian, tantangan utama yang dihadapi KTHKm adalah lemahnya regenerasi kelembagaan. Keterlibatan generasi muda masih terbatas, sementara pengurus kelompok didominasi usia lanjut. Kondisi ini turut memengaruhi pengembangan usaha, pemasaran produk, serta optimalisasi potensi edukasi hutan.
Sebagai solusi, Tim PPK Ormawa HMGP UGM menghadirkan Program BERSERI yang berfokus pada tiga strategi utama, yaitu memperkuat regenerasi kelembagaan berbasis pemuda, meningkatkan kapasitas usaha dan pemasaran produk lokal, serta mengembangkan destinasi edukasi hutan sebagai alternatif penguatan ekonomi masyarakat.
Implementasi program diawali dengan pembentukan Forum Komunikasi (FORKOM) Hutan BERSERI yang menyatukan empat KTHKm dalam satu wadah koordinasi sekaligus menginisiasi pembentukan unit pemuda desa hutan. FORKOM menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat sinergi pengelolaan hutan melalui partisipasi aktif masyarakat dan generasi muda.

Potret Tim PPK Ormawa HMGP UGM mendampingi peserta dalam proses pengisian formulir pendataan
Sumber: Dok. Tim PPK Ormawa HMGP UGM
Untuk mendukung pelaksanaannya, dibentuk empat kelompok kerja (pokja), yaitu Pokja Budidaya, Pokja Usaha Produktif, Pokja Promosi Digital, dan Pokja Destinasi Eduwisata. Masing-masing pokja berperan dalam penguatan budidaya, pengembangan produk bernilai tambah, pemasaran digital, serta pengembangan wisata edukasi berbasis hutan.
Melalui Program BERSERI, Tim PPK Ormawa HMGP UGM berharap dapat memperkuat tata kelola Hutan Kemasyarakatan di Banyusoco sekaligus memastikan keberlanjutan pengelolaan hutan melalui kolaborasi masyarakat dan generasi muda.