Tim GMBB (Gadjah Mada Building and Bridge) Community kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Pada ajang Civil Engineering Challenge 2025 X Universitas Sulawesi Barat, dua tim delegasi GMBB berhasil meraih juara pada dua kategori berbeda. Tim Jagad Raya sukses meraih Juara 1 pada cabang Lomba Rencana Anggaran Biaya (RAB), sedangkan tim Gardapati Karya berhasil menempati Juara 2 pada cabang Lomba Desain Rancang Bangun Gedung Tahan Gempa.
Tim Jagad Raya, yang beranggotakan Arkan Musyarrif Firras dan Shafa Sekar Prabaningrum, yang berasal dari program studi Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil, Sekolah Vokasi, serta Demas Tegar Nasapratama dari program studi Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil, Sekolah Vokasi. Tim mengusung proyek Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pembangunan Gedung Masjid Syuhada 45 Polda Sulawesi Selatan. Dengan total nilai proyek sebesar Rp 3.554.610.420,00, rancangan mereka mencakup pekerjaan persiapan, struktur, dan arsitektur. Melalui penerapan Building Information Modelling (BIM) sebagai dasar permodelan dan perhitungan volume, tim mampu menghasilkan proses kalkulasi quantity takeoff material yang lebih cepat dan akurat. Mereka juga mengintegrasikan EstimaFlow, aplikasi berbasis real-time mobile apps yang berfungsi untuk scheduling, monitoring, reporting, optimizing, dan evaluating proyek secara komprehensif. Inovasi tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkan Tim Jagad Raya meraih posisi tertinggi pada cabang lomba Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Prestasi berikutnya datang dari Tim Gardapati Karya yang diwakili oleh Alfath Qornain Isnan Yuliadi dari program studi Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil, Sekolah Vokasi. Mereka berhasil meraih Juara 2 pada cabang Lomba esain Rancang Bangun Gedung Tahan Gempa dengan tema “Inovasi Desain Struktur untuk Mewujudkan Infrastruktur Nasional yang Tangguh dan Berkelanjutan.” Dalam kompetisi tersebut, mereka mempersembahkan karya bertajuk Perencanaan Gedung Perkuliahan Insan Cendekia di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Bangunan tiga lantai dengan desain yang unik ini dianalisis menggunakan perangkat lunak SAP2000. Hasil analisis menunjukkan beban mati sebesar 745,748 ton dan struktur gedung berada dalam kondisi aman, stabil, serta efisien terhadap beban gempa. Keberhasilan ini membuktikan kemampuan mahasiswa UGM dalam menerapkan prinsip perancangan struktur tahan gempa sekaligus memanfaatkan teknologi analisis modern untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Kedua pencapaian ini menunjukkan eksistensi Komunitas GMBB untuk turut serta mengembangkan inovasi di bidang teknik sipil dan konstruksi. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi, mengasah kemampuan teknis, serta menjunjung nilai profesionalisme dalam setiap karya yang dihasilkan *(af/krm)