Tim UGM-Indonesia berhasil memenangkan Gold Medal pada topik biomanufaktur dalam ajang iGEM Grand Jamboree yang digelar di Paris Convention Centre (Porte de Versailles), Prancis.
Projek UGM-Indonesia pada tahun ini adalah pengembangan biomanufaktur vaksin dengue DENV-2 Domain III yang terjangkau dengan menggunakan tanaman Nicotiana tabacum (tembakau). Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan rekayasa ekspresi dengan salt-inducible TYDV Rep/RepA untuk membuat produksi protein di tanaman lebih efisien. Tujuannya untuk membuat vaksin dengue lebih mudah dijangkau untuk daerah-daerah dengan sumber daya yang terbatas.
Fokus dari projek ini adalah untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan dampak yang besar: membuat perlindungan demam berdarah lebih mudah dijangkau dan diproduksi. Dengan kata lain, kelompok ini ingin mengeksplorasi bagaimana cara merekayasa tanaman untuk menjadi industry obat kecil. Jika berhasil, pendekatan ini akan benar-benar membuat vaksin dengue murah dan terjangkau. Prestasi ini cukup berarti bagi masa depan Indonesia. Demam berdarah (dengue) menyerang banyak keluarga setiap tahun, dan Solusi yang praktis, aman, dan mudah dapat menguatkan Kesehatan Masyarakat. Mahasiswa-mahasiswa UGM ini menunjukkan bahwa innovator muda dapat berkontribusi untuk membuat perubahan nyata, hingga ke kancah global.

Projek bernama SALTY ini, atau Salt Activated with TYDV, dikerjakan oleh 20 orang anggota, yang diketuai oleh Assyfa Atha (Farmasi), yang dibantu oleh Anandita Amalia (Biologi), Salma Rohmaniah (Biologi), Farrel Alfaza Marsetyo (Kedokteran), Ruth Grace Sophie (Perikanan), Naufal Ahmad Fauzy (Farmasi), Fahmi Ihsanuddin Jauhari (Farmasi), Venus Angela (Ilmu Komputer), Farrel Amroe Azhari (Ilmu Komputer), Kadek Ninda Nandita Putri (Ilmu Komputer), Fauzil Azhiim (Kedokteran), Muhammad Ridwan Adyatama (Kedokteran Hewan), Iffah Zakiya Yasmin (Farmasi), Erwinda Dwi Chofifah (Biologi), Tsaqifa Zuhayra Emery Bagus (Biologi), Nauval Rajwaa Raysendria (Biologi), Geraldine Yara Amritarashmi (Biologi), Tan Rendy (Biologi), Shainna Nur Sharfina (Biologi), dan Pamastadewi Pryankha Hijrianto (Biologi).
Tentunya keberhasilan dari proyek ini tidak terlepas dari para pendamping, yang dikoordinasikan oleh Dr. Yekti Asih Purwestri, M.Si. (Biologi), serta dibantu oleh Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D. (Pertanian), M. Saifur Rohman, M.Eng., Ph.D. (Pertanian), apt. Setyowati Triastuti Utami, Ph.D. (Farmasi), Dewi Kartikawati Paramita, S.Si., M.Si., Ph.D. (Kedokteran), Prof. dr. Tri Baskoro Tunggul Satoto, M.Sc., Ph.D. (Kedokteran), Dr.rer.nat. Abdul R. Siregar, S.Si., M.Biotech (Biologi), Indra Lesmana, S.Si., M.Sc. (Biologi), Afif Pranaya Jati, S.P., M.Sc. (Bioteknologi), Aries Bagus Sasongko, S.Si., M.Biotech. (Biologi), Imam Bagus N., S.Si., M.Sc. (Agroteknologi), Olivia Pangaribuan, S.Agr (Mahasiswi Magister Pertanian), Nayaka Bagus W.A.H., S. Ked. (Alumni Kedokteran), apt. I Made Rhamandana Putra, S. Farm (Alumni Farmasi), dan Adhityo W., M.Sc., Ph.D. (GSI).
Pendanaan dari penelitian ini juga didukung oleh Universitas Gadjah Mada, Panin Bank, YSDS, Rentokil, CropLife Indonesia, Forsains Edutech Indonesia, SnapGene, GSI Academy, IGF, PT. Indolab Utama, Merck, dan ScienceWerke.