Komunitas GMBB UGM kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang National Electrical Power System Competition (NESCO) 2026 dengan meraih Juara 2 Poster Competition. Prestasi ini diraih oleh tim “Cihuy Aja” yang terdiri atas Michelle Angeline Joyce Sinaga dan Alfath Qornain Isnan Yuliadi dari Sekolah Vokasi, Departemen Teknik Sipil.
Kompetisi yang diselenggarakan pada 2 Maret 2026 oleh BSO Magatrika di bawah naungan KMTETI FT UGM ini mengangkat tema “From Waste to Worth for A Sustainable Green Electricity”. Ajang tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menghadirkan inovasi di bidang energi terbarukan dan keberlanjutan.
Dalam kompetisi ini, tim Cihuy Aja mengusung inovasi bertajuk HydroFlux, sebuah sistem pengolahan air limbah yang mampu menghasilkan air bersih sekaligus energi listrik hijau berkelanjutan berbasis Internet of Things (IoT). Konsep from waste to worth yang diangkat berhasil menarik perhatian dewan juri karena menghadirkan solusi inovatif yang menggabungkan teknologi lingkungan, energi terbarukan, dan sistem monitoring cerdas dalam satu sistem terintegrasi.
Proses pengembangan HydroFlux dilakukan melalui berbagai tahapan, mulai dari perancangan sistem teknologi, integrasi IoT, hingga pembuatan pemodelan 3D prototipe. Seluruh hasil inovasi tersebut kemudian dikemas dalam bentuk poster yang informatif, kreatif, dan inovatif sehingga mampu bersaing dengan peserta dari berbagai universitas di Indonesia.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa vokasi mampu menghadirkan solusi nyata bagi tantangan lingkungan dan energi masa depan. Melalui HydroFlux, tim Cihuy Aja tidak hanya membawa nama baik komunitas GMBB dan Universitas Gadjah Mada, tetapi juga menunjukkan pentingnya kolaborasi teknologi untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.