Tim PPK Ormawa KAPSTRA (Keluarga Mahasiswa Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan) Universitas Gadjah Mada sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi program, pembentukan struktur usaha, Pengesahan SOP KUB, serta uji produk inovasi dalam rangka pelaksanaan program SYNCORN (Synergy Corn Innovation for Rural Empowerment) pada Sabtu, 6 Juni 2026, di Ruang Serbaguna Balai Kalurahan Bumirejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo. Dihadiri oleh total 30 masyarakat yang terdiri dari perwakilan lima kelompok masyarakat sasaran, yakni Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompok Tani (KT), PKK, Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Kelompok Disabilitas Kalurahan (KDK), lurah Bumirejo, dosen pendamping tim, dan 17 Mahasiswa tim pelaksana termasuk perwakilan dari Ormawa. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan program pemberdayaan ekonomi berbasis pengolahan jagung kepada masyarakat sekaligus meletakkan fondasi kelembagaan usaha yang akan dijalankan secara kolektif oleh warga Kalurahan Bumirejo.
Mayoritas warga menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian, salah satunya komoditas merupakan jagung manis dan jagung kering yang dipanen tiga kali dalam setahun dari lahan seluas 9,9 hektar. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena jagung selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah dengan harga fluktuatif berkisar Rp5.000 per kilogram, sementara limbah panen seperti bonggol, kulit, dan serabut jagung kerap dibiarkan membusuk tanpa pemanfaatan lebih lanjut. Ketergantungan pada pola pertanian tradisional, minimnya diversifikasi produk, serta lemahnya kelembagaan usaha menjadi faktor utama yang menghambat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
KAPSTRA UGM menghadirkan program SYNCORN yang mengusung pendekatan ekonomi sirkular dan zero waste dalam pengolahan jagung manis dan jagung kering secara menyeluruh, dari biji hingga limbahnya. Dalam kegiatan 6 Juni 2026, tim memperkenalkan empat produk inovasi berbahan dasar jagung, yaitu Cornch (keripik jagung), Zealoops (sereal jagung), Huskara Tea (teh herbal dari serabut jagung), dan Jabricks (briket dari bonggol jagung sebagai bahan bakar alternatif). kegiatan hari itu juga mencakup pemaparan rencana program secara menyeluruh kepada masyarakat, dilanjutkan dengan sesi pembentukan struktur kepengurusan Kelompok Usaha Bersama (KUB) serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) usaha secara partisipatif. Program SYNCORN menargetkan terbentuknya minimal satu unit usaha bersama yang melibatkan sedikitnya sepuluh anggota lintas komunitas sasaran, dengan pembagian peran mulai dari produksi, pemasaran daring dan luring, hingga pengelolaan keuangan.
Momen yang paling menarik perhatian adalah ketika masyarakat mencicipi langsung keempat produk inovasi tim KAPSTRA, di mana respons positif muncul terutama terhadap Cornch dan Huskara Tea yang dinilai memiliki cita rasa unik berbahan baku lokal. Bapak Lurah Raden Ediwinarna, S.E., menyampaikan dukungan penuh pemerintah kalurahan terhadap program ini. “Kalurahan Bumirejo sangat mendukung dan siap memfasilitasi program SYNCORN ini. Kami berharap program ini benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus menjadi ruang belajar yang bermakna bagi mahasiswa UGM dalam memahami realitas pemberdayaan masyarakat secara langsung,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, tim KAPSTRA berharap warga Bumirejo dapat semakin percaya diri dalam mengelola potensi lokal yang selama ini belum dioptimalkan. Tindak lanjut program akan mencakup serangkaian pelatihan produksi untuk keempat produk olahan jagung, pelatihan manajemen usaha dan keuangan, serta pendampingan pengembangan pemasaran digital yang dijadwalkan berlangsung sepanjang Juni hingga Oktober 2026.