Tim PPK Ormawa KAB Universitas Gadjah Mada sukses melaksanakan sosialisasi perdana sebagai awal pembekalan dan edukasi dalam program ASAGRI. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kalurahan Timbulharjo, Bantul, pada Minggu (18/6), dengan dihadiri oleh beberapa perwakilan KWT di Timbulharjo sebanyak 6 KWT, KWT Sumber Waras, Guyup Rukun, Tangguh, Griya Boga, Padma, dan sasan utama yaitu KWT Lestari. Materi yang dibawakan pada kegiatan ini, merupakan hasil dari pemetaan potensi titik lokasi tumbuh jamur alami, salah satu bahan dasar dari APH (Agen Pengedali Hayati) yang telah dilakukan oleh Tim PPK Ormawa KAB pada Minggu (31/5), di sekitar wilayah Dukuh Kepek.
Program ASAGRI, diinisiasi untuk merespons permasalahan adanya penurunan hasil panen yang tinggi sebab penggunaan APH (Agen Pengendali Hayati) yang tidak optimal dan terdeteksinya residu pestisida di sebagian besar lahan pertanian. Padahal, disatu sisi lahan pekarangan warga memiliki potensi tingginya isolat jamur alami yang tumbuh. Melalui tajuk “ASAGRI (Agents for Sustainable Agricultural-Practice): Penguatan Ketahanan Pangan di Kalurahan Timbulharjo, Bantul melalui Sistem Budidaya Agen Pengendali Hayati,” Tim PPK Ormawa KAB hadir membawa solusi berisi pembekalan, edukasi, serta inovasi ‘Oemah Agensia’ sebagai sistem terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan dua jamur sebagai dasar produksi APH yang terstandarisasi. Kegiatan sosialisasi ini adalah sarana dan bentuk dalam pembekalan dan edukasi kepada KWT untuk mengenalkan lokasi dan APH, serta istilah lain yang erat dengannya, seperti media tumbuh, dan isolasi.

(kiri ke kanan) Suasana beberapa perwakilan KWT Tangguh selama Pengisian pre-test saat sosialisasi di Aula Kalurahan Timbulharjo pada Kamis (18/6).
Pada pelaksanaan sosialisasi pertama, Tim sebelumnya telah melakukan pemetaan terhadap potensi daerah titik tumbuh isolat jamur alami di Desa Kepek pada Minggu (31/5). Pemaparan materi berisi pemetaan, media tumbuh jamur sederhana, serta isolasi yang disampaikan oleh Tim serta dosen pendamping. Sosialisasi yang dihadiri oleh beberapa perwakilan dari KWT di Timbulharjo berlangsung secara aktif dengan antusiasme tinggi para peserta. Kegiatan ini dilengkapi dengan beberapa kegiatan seperti rangkaian test, yaitu pre-test dan post-test sebagai tolak ukur pemahaman dalam materi yang diberikan.
Salah satu peserta, perwakilan KWT Griya Boga, Bu Eleanor, menyampaikan antusiasme dan semangatnya pada kegiatan sosialisasi. “Nanti minta tolong dibagikan PPT-nya, ya,” ucapnya usai kegiatan selesai. Kesan ini menjadi tanda antusiasme dalam mempelajari lebih lanjut materi yang telah dirancang dan disampaikan. Kesan tersebut turut menjadi semangat kepada Tim PPK Ormawa KAB untuk terus meningkatkan kualitas dan penyampaian materi. Selama berbincang dengan beberapa peserta, terdapat harapan untuk mendapatkan materi baru untuk mengaktifkan kembali KWT yang sebelumnya telah non-aktif beberapa waktu ini.
TIM PPK Ormawa KAB memiliki harapan yang besar agar kegiatan ini dapat menjadi saran dalam meningkatkan kompetensi dan pengetahuan para peserta. Sebagai langkah keberlanjutan, Tim PPK Ormawa KAB dijadwalkan akan kembali melaksanakan sosialisasi kedua pada bulan Juli sebagai pembekalan lanjutan dari sosialisasi pertama, berisikan kegiatan praktek dan demonstrasi pembuatan media tumbuh sederhana jamur dan isolasi.