Surakarta, 22–23 November 2025 — Tim GR Karya yang mewakili Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih Juara 3 dalam ajang National Tender Competition (NTC) 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS). Kompetisi bergengsi ini merupakan bagian dari rangkaian acara besar Civil Week UNS dan menjadi wadah simulasi proses pelelangan proyek konstruksi yang dirancang menyerupai kondisi nyata di industri jasa konstruksi.
NTC 2025 mengangkat studi kasus Pembangunan Gedung Rumah Sakit, sebuah proyek kompleks yang menuntut peserta tidak hanya unggul dalam perhitungan biaya, tetapi juga mampu menyusun metode pelaksanaan yang efektif, efisien, serta memenuhi standar mutu dan keselamatan kerja. Kompetisi ini menguji kemampuan teknis, manajerial, serta ketajaman analisis mahasiswa Teknik Sipil dalam menghadapi persoalan konstruksi yang komprehensif.
Tim GR Karya yang terdiri atas Hera Tatas Perdana Pangayoman (TRPBS 22), Maria Helen Kurniawati (TRPBS 22), dan Achmad Kawakib (TRPBS 24) berhasil melewati berbagai tahapan seleksi yang ketat. Proses dimulai dari analisis mendalam terhadap Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) serta gambar kerja yang disediakan panitia, dilanjutkan dengan penyusunan dokumen tender yang meliputi penawaran harga, metode pelaksanaan, dan jadwal proyek. Kerja keras tersebut mengantarkan tim terpilih sebagai finalis dan berhak melaju ke babak final.
Pada tahap final yang dilaksanakan di Kota Surakarta (Solo), Tim GR Karya mempresentasikan strategi tender di hadapan dewan juri yang terdiri dari praktisi industri jasa konstruksi dan akademisi senior. Dalam presentasinya, tim menonjolkan inovasi metode pelaksanaan yang efisien tanpa mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pendekatan yang taktis, solutif, serta berbasis analisis teknis yang kuat menjadi faktor utama yang mengantarkan Tim GR Karya meraih posisi Juara 3.
Dosen pembimbing tim, Ika Rahmawati Suyanto, S.T., M.Eng, menyampaikan apresiasi atas kegigihan dan konsistensi para mahasiswa dalam menjalani proses persiapan kompetisi. Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil dari riset yang mendalam serta latihan simulasi tender yang dilakukan secara intensif selama berbulan-bulan di lingkungan kampus. Metode pelaksanaan yang ditawarkan tim dinilai mampu menekan biaya operasional tanpa mengurangi standar kualitas bangunan, sehingga memberikan nilai tambah dalam penilaian juri.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi anggota Tim GR Karya, tetapi juga mengharumkan nama Universitas Gadjah Mada di tingkat nasional. Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kualitas pendidikan dan daya saing mahasiswa UGM semakin diperhitungkan dalam bidang teknik sipil dan jasa konstruksi.
Melalui ajang National Tender Competition, mahasiswa diharapkan mampu mengasah kemampuan teknis, manajerial, serta kesiapan mental sebelum terjun langsung ke dunia industri konstruksi yang sesungguhnya. Prestasi Tim GR Karya menjadi bukti bahwa kompetisi akademik tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran nyata untuk membentuk calon profesional yang kompeten, berintegritas, dan siap bersaing di dunia kerja.