Potret kegiatan produksi di minggu kedua bulan Juli.
Sumber: Dok. Tim PPK Ormawa KAPSTRA
Kegiatan produksi program Syncorn (Synergy Corn Innovation for Rural Empowerment) oleh tim PPK Ormawa KAPSTRA (Keluarga Mahasiswa Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan) telah mulai berjalan stabil sejak produksi pertamanya di bulan Juni. Di minggu kedua bulan Juli ini, terhitung menjadi produksi ketiga yang telah dilakukan. Sejauh yang telah dilalui, pada kegiatan produksi awal kuantitas produksi belum dapat mencukupi penjualan dalam jumlah besar karena masih terbagi dengan pengajuan sampel produk untuk kemitraan. Maka di minggu kedua Juli, disepakati kegiatan produksi pada hari Sabtu (11/7/26) dengan target yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Keputusan tersebut merupakan hasil diskusi antara Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan tim pelaksana berdasarkan testimoni seluruh anggota KUB yang merasa telah memahami alur produksi, pembagian tugas, serta koordinasi yang telah berjalan efektif. Terlebih dengan kehadiran para sukarelawan yang telah beradaptasi dengan hiruk pikuk dapur bersama. Harapannya dengan adanya peningkatan kuantitas produk, dapat meningkatkan penjualan terlebih telah dibukanya sistem pre-order dan rencana pembukaan pop-up store. Keyakinan ini hadir dari kolaborasi anggota KUB, para sukarelawan, dan tim pelaksana yang saling bersinergi dan berkomitmen penuh melalui pembagian peran yang adil sesuai kemampuan individu.
Meskipun kuantitasnya meningkat, tim pelaksana dan KUB berkomitmen untuk terus menjaga kualitas produk melalui quailty control dan SOP yang selalu diperhatikan dalam jalannya kegiatan produksi. Peningkatan kuantitas bukan hanya dimaknai sebagai menghasilkan produk, akan tetapi juga dapat dipandang lebih jauh ke internal KUB bahwa adanya kapasitas yang telah meningkat, masyarakat lebih mandiri, pengorganisasian semakin stabil, dan usaha yang mulai berkembang. Meskipun peningkatannya tidak berlangsung secara drastis, perkembangan yang bertahap namun konsisten ini justru menjadi pertanda positif karena menunjukkan proses pengembangan usaha yang lebih terukur dan meminimalkan risiko usaha yang hanya bertahan dalam jangka pendek. Disamping itu, alih-alih mengejar peningkatan yang instan, program Syncorn pada dasarnya lebih berfokus pada proses, tahapan, dan keberlanjutan.

Potret kegiatan produksi Huskara Tea di minggu kedua bulan Juli.
Sumber: Dok. Tim PPK Ormawa KAPSTRA
Jika pada awal pelaksanaan program, produksi masih dilakukan dalam skala terbatas, kini KUB mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga dua kali lipat. Peningkatan tersebut tidak hanya menunjukkan bertambahnya jumlah produk yang dihasilkan, tetapi juga mencerminkan peningkatan pengelolaan KUB. Kemudian sebagai rencana lanjutan, tim pelaksana mulai merumuskan strategi dalam menjaga kualitas produk, meningkatkan efektivitas produksi secara bertahap, dan memperluas jangkauan pemasaran melalui kemitraan, marketplace, atau pop-up store guna menjangkau lebih banyak pembeli agar menghasilkan dampak ekonomi yang lebih tinggi bagi seluruh anggota KUB.