• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Ditmawa
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Subdirektorat Kreativitas Mahasiswa
Direktorat Kemahasiswaan
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sambutan Direktur
    • Profil
    • Hubungi Kami
    • Agenda Kegiatan
  • Kabar Prestasi
  • SANG JUARA UGM
    • SANG JUARA UGM 2026
    • SANG JUARA UGM 2025
    • SANG JUARA UGM 2024
    • SANG JUARA UGM 2023
    • SANG JUARA UGM 2022
    • SANG JUARA UGM 2021
    • SANG JUARA UGM 2020
    • SANG JUARA UGM 2019
    • SANG JUARA UGM 2018
    • SANG JUARA UGM 2017
    • SANG JUARA UGM 2016
    • SANG JUARA UGM 2015
  • Info Lomba
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • HATTRICK CHAMPIONS! Reactics UGM Juara di AISeries x AISC 2026, Siap Kembali Bawa Nama Indonesia ke Kancah Dunia!

HATTRICK CHAMPIONS! Reactics UGM Juara di AISeries x AISC 2026, Siap Kembali Bawa Nama Indonesia ke Kancah Dunia!

  • Berita Terbaru, Informasi, Kegiatan, Prestasi
  • 9 September 2026, 12.14
  • Oleh: kreativitas
  • 0

Kejuaraan kembali diraih oleh tim Reactics UGM pada perlombaan AISeries x AISC Regional 2026. Dalam kompetisi tersebut, tim berhasil menyabet gelar 1st Place in Race Competition dan 2nd Runner-Up Poster Competition. Kemenangan ini mengukuhkan dominasi Reactics yang sukses meraih juara pertama pada race competition selama tiga tahun berturut-turut sejak 2024. Kemenangan ini menjadi titik awal keberangkatan tim Reactics untuk kembali menoreh prestasi di tingkat internasional pada perlombaan AIChE Chem-E-Car Competition 2026 yang akan dilaksanakan November nanti di Minneapolis, Amerika Serikat.

Di bawah naungan nama Jayantaka, mobil Rathavikasa 2.0 dikembangkan oleh tim yang dipimpin oleh Ichwan Amirudin (Departemen Teknik Kimia). Tim ini memiliki beranggotakan Alvito Rizki Sidartawan (Departemen Teknik Mesin), Bremani Sirat Atmaja (Departemen Teknik Kimia), Riyo Yusuf Setyawan (Departemen Teknik Mesin), dan Violin Frastica (Departemen Elektronika dan Instrumentasi).

Keunggulan mobil Rathavikasa 2.0 terletak pada pengintegrasian sistem yang presisi dan aman. Violin menjelaskan bahwa konsep mobil ini tidak berfokus pada penghasilan energi, tetapi juga pada optimalisasi dan pengendalian energi tersebut.

“Kami mengombinasikan sistem chemical, mechanical, dan electrical dalam satu kesatuan. Reaksi antara natrium karbonat (Na2CO3) dan asam asetat (CH3COOH) menghasilkan gas CO₂ yang digunakan untuk menggerakkan sistem pneumatik. Dengan dukungan sensor dan sistem kontrol yang andal, setiap proses dari reaksi hingga pergerakan mobil dapat bekerja secara terkoordinasi,” jelas Violin. Menurutnya, kemampuan mengontrol energi menjadi sistem yang presisi, stabil, dan aman inilah yang menjadi kunci daya saing utama Reactics.

Dokumentasi mobil Rathavikasa 2.0

Bagi Ichwan, kapten tim, kemenangan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekedar berdiri di atas podium. Kemenangan adalah buah dari proses panjang, keberanian menghadapi tantangan, serta kemampuan bangkit dari kegagalan bersama-sama.

“Bagi kami, kemenangan ini adalah hasil kolaborasi banyak pihak yang berjuang menuju satu tujuan yang sama. Capaian ini menjadi bentuk apresiasi dan rasa terima kasih kami kepada seluruh pihak yang menjadi bagian dari perjalanan Reactics, mulai dari tim teknis, divisi non teknis yang mendukung di balik layar, para dosen pembimbing, hingga para sponsor yang telah memberikan kepercayaan penuh,” ungkap Ichwan.

Dokumentasi TIM Jayantaka

Perjalanan meraih gelar juara tentu tidak bebas dari hambatan. Vito menuturkan bahwa tantangan terberat justru muncul pada masa persiapan. Tim harus menempuh perjalanan hingga satu jam hanya untuk menemukan lokasi uji coba yang memadai, meskipun kondisi jalurnya tidak seideal area workshop. 

“Kami bahkan sempat mengubah konsentrasi reaktan asam asetat dan natrium karbonat di H-1 perlombaan. Beruntung, seluruh persiapan poster, presentasi, hingga eksekusi Chem-E-Car secara keseluruhan berjalan sangat lancar sehingga kami bisa tampil maksimal dan meraih Juara 1,” tutur Vito.

Ujian mental juga dirasakan langsung oleh Bremani saat perlombaan berlangsung. Mendapat urutan race paling akhir selama dua kompetisi berturut-turut menjadi momen paling mendebarkan baginya.

“Mendapat giliran race di urutan paling akhir benar-benar menjadi ujian mental yang menguji ketenangan saya di bawah tekanan besar. Momen menegangkan ini seolah menjadi puncak dari proses panjang evaluasi diri setelah melewati berbagai rintangan di kompetisi sebelumnya,” kata Bremani. 

Bagi Bremani, keberhasilan menahan keraguan hingga mempersembahkan gelar Hattrick Champions untuk UGM menjadi momen yang sangat emosional. “Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa ujian terberat bukanlah mengalahkan lawan, melainkan menaklukkan keraguan diri sendiri dan tetap percaya pada proses yang dibangun bersama,” pungkasnya.

Pencapaian yang diraih oleh Reactics tidak luput dari dukungan seluruh anggota Reactics Chem-E-Car UGM, para dosen pembimbing, yaitu Prof. Ir. Budhijanto, S.T., M.T., Ph.D., IPM, Addin Suwastono, S.T., M.Eng., Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng., dan Robertus Dhimas Dhewangga Putra, S.T., M.Eng., Ph.D. Tidak lupa juga kepada para mitra sponsor, yaitu PT VALE Indonesia Tbk., PT Gagas Energi Indonesia, PT Nissan Motor Indonesia, dan PT  Pupuk Kalimantan Timur, dan PT Tripatra Engineers and Constructors.

Riyo menyampaikan bahwa perjalanan Tim Reactics UGM tidak berhenti di AISC Regional. Ke depan, deretan agenda kompetisi internasional dan nasional sudah menanti sebagai ajang pembuktian sekaligus proses pembelajaran yang berkelanjutan.

“Tim yang baru saja meraih Juara 1 di AISC akan kembali bertanding dengan rancangan mobil berbeda pada ajang kjVI VDi ChemCar Competition di Bayreuth, Jerman. Pada saat yang sama, dua sub-tim Reactics lainnya tengah bersiap untuk berpartisipasi dalam ICHEDECE Ecodays di Universitas Sebelas Maret (UNS),” jelas Riyo. 

Bagi Riyo dan seluruh anggota tim, setiap kompetisi adalah kesempatan berharga untuk menguji kemampuan, mengevaluasi kekurangan, dan bertumbuh bersama sebagai satu keluarga besar Reactics. Rangkaian kompetisi ini sekaligus menjadi bekal persiapan utama sebelum membawa nama Universitas Gadjah Mada dan Indonesia ke ajang: Annual AIChE Global Chem-E-Car Competition di Minneapolis, Amerika Serikat.

“Kami menyadari tantangan di tingkat dunia akan jauh lebih besar, tetapi kami akan menjalaninya dengan rendah hati, semangat belajar, dan tekad bulat untuk memberikan yang terbaik. Karena kami percaya, ‘lelah hanya sementara, kejayaan untuk selamanya,’” tutup Riyo.

Reactics?! Juara!

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

BERITA TERBARU

  • Tim Debat UGM Raih 3rd EFL Breaking Team & EFL Semifinalist pada Hanoi Asian British Parliamentary 2026
  • HATTRICK CHAMPIONS! Reactics UGM Juara di AISeries x AISC 2026, Siap Kembali Bawa Nama Indonesia ke Kancah Dunia!
  • Optimalisasi Alat Sensor Suhu dan Kelembapan untuk Mendukung Monitoring Kondisi Omah Agensia
  • Memperkokoh Kepercayaan, Produk Syncorn Kantongi NIB, PIRT, dan Sertifikasi Halal
  • Kenalkan Teknologi, Tim PPK Ormawa KAB Universitas Gadjah Mada Gelar Sosialisasi Ketiga Pengenalan dan Fungsi Alat

Agenda Kegiatan

Universitas Gadjah Mada

Copyright © 2023, Subdirektorat
Kreativitas Mahasiswa
Direktorat Kemahasiswaan,
Universitas Gadjah Mada

kreativitas@ugm.ac.id

TENTANG UGM

  • Sambutan Rektor
  • Sejarah
  • Visi dan Misi
  • Pimpinan Universitas
  • Manajemen

TENTANG DITMAWA

  • Profil Ditmawa
  • Struktur Organisasi

PROGRAM DITMAWA

  • Kreativitas Mahasiswa
  • Pengembangan Karakter Mahasiswa
  • Kegiatan dan Kelembagaan Mahasiswa
  • Kesejahteraan Mahasiswa

FASILITAS KEMAHASISWAAN

  • Fasilitas Kemahasiswaan

© Universitas Gadjah Mada

Aturan PenggunaanKontak

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY