Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Geografi Pembangunan (HMGP) Universitas Gadjah Mada sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi program kerja bertajuk Rembug Hutan BERSERI kepada masyarakat Kalurahan Banyusoco. Kegiatan dilaksanakan di Kantor Kalurahan Banyusoco, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, pada Minggu (14/6) tersebut dihadiri Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 30 peserta. Antusiasme tersebut ditunjukkan dengan hadirnya Lurah Kalurahan Banyusoco, jajaran perangkat kalurahan, tokoh masyarakat, ketua beserta perwakilan Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (KTHKm), serta perwakilan Karang Taruna.
Program pengabdian ini diinisiasi sebagai respons terhadap perlunya optimalisasi potensi Desa Hutan Banyusoco yang masih memerlukan penguatan dari aspek kelembagaan, regenerasi pemuda, pengembangan usaha masyarakat, serta pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan. Melalui program bertajuk BERSERI (Pemberdayaan Desa Hutan Berbasis Usaha Produktif dan Destinasi Edukasi), Tim PPK Ormawa HMGP Universitas Gadjah Mada berupaya mendorong kolaborasi multipihak dalam memperkuat kapasitas masyarakat, mengembangkan produk unggulan desa, serta mewujudkan Desa Hutan Banyusoco sebagai kawasan yang produktif, lestari, dan berdaya saing melalui strategi regenerasi.
Kegiatan diawali dengan pemaparan program BERSERI secara interaktif di Kantor Kalurahan Banyusoco. Tim PPK Ormawa HMGP Universitas Gadjah Mada memperkenalkan inovasi pemberdayaan desa hutan yang berfokus pada empat aspek utama, yaitu penguatan kelembagaan dan regenerasi pemuda desa hutan, pengembangan usaha dan produk lokal, promosi serta digitalisasi, dan pengembangan destinasi eduwisata hutan. Melalui pendekatan tersebut, program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi desa secara berkelanjutan, memperkuat kolaborasi antarkelompok masyarakat, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan melalui optimalisasi sumber daya lokal.
Interaksi Tim PPK Ormawa HMGP dengan masyarakat di Kalurahan Banyusoco, Minggu (14/6).
Suasana diskusi yang berlangsung secara terbuka, mewujudkan adanya pengembangan Desa Hutan Banyusoco yang berdaya, lestari, dan berkelanjutan. Ketua Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (KTHKm) Sedyorukun, Ibu Sudarmi, berharap bahwa program BERSERI dapat memberikan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok. khususnya dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan produk olahan, serta perluasan akses pemasaran melalui jejaring kemitraan. Menurutnya, pendampingan yang berkelanjutan akan menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan potensi lokal yang telah dimiliki masyarakat.
Tim PPK Ormawa HMGP Universitas Gadjah Mada menegaskan komitmennya untuk menjadikan hasil diskusi sebagai dasar dalam menyusun dan melaksanakan program pendampingan selama masa pengabdian. Tim akan melaksanakan pemetaan potensi dan kebutuhan masyarakat, pembentukan Forum Komunikasi (FORKOM) Hutan BERSERI, serta pendampingan bertahap pada aspek penguatan kelembagaan, pengembangan usaha produktif, digitalisasi, hingga penyusunan masterplan destinasi eduwisata hutan. Diharapkan kolaborasi yang telah terjalin sejak kegiatan visitasi ini dapat menjadi fondasi bagi terwujudnya Kalurahan Banyusoco sebagai desa hutan yang berdaya, lestari, dan berkelanjutan. Kegiatan Rembug Hutan BERSERI ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta sebagai simbol dimulainya kolaborasi antara Tim PPK Ormawa HMGP Universitas Gadjah Mada dan masyarakat Kalurahan Banyusoco.