Memasuki tahap pengembangan program dan Kelompok Usaha Bersama (KUB), Tim PPK Ormawa KAPSTRA (Keluarga Mahasiswa Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan) memusatkan fokusnya kembali ke penguatan fondasi usaha KUB dalam ranah administratif. Selain meningkatkan kapasitas produksi, kebutuhan administrasi dan legalitas produk menjadi langkah penting untuk memastikan produk yang dihasilkan dapat berkembang secara berkelanjutan dan siap bersaing di pasaran. Maka sebagai upaya mewujudkan hal tersebut, pada minggu terakhir Bulan Juli, hari Selasa (21/7/2026) hingga Rabu (22/7/2026) tim pelaksana melaksanakan serangkaian agenda diskusi bersama mitra dan instansi pemerintah terkait.
Diskusi kolaboratif dilakukan pada kunjungan ke Rumah Zakat Yogyakarta, Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT KUMKM) Yogyakarta, dan Dinas Kesehatan Kulon Progo. Pertemuan-pertemuan ini utamanya membahas mengenai penguatan administrasi dan legalitas usaha seperti konsultasi pembuatan serta pengajuan nomor Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikat halal. Meskipun membahas hal yang sama, ketiga lembaga memiliki perspektif dan menawarkan rekomendasi yang saling melengkapi satu sama lain.
Potret salah satu agenda diskusi kolaboratif yang bertempat di Dinas Kesehatan Kulon Progo. Sumber: Dok. Tim PPK Ormawa KAPSTRA
Pelaksanaan kegiatan rutin produksi diselenggarakan pada minggu terakhir bulan Juli, yakni hari Sabtu (25/7/2026). Seperti sebelum-sebelumnya berdasarkan kesepakatan bersama tim pelaksana dan anggota KUB. Pada produksi minggu keempat Juli, kuantitas produk yang dihasilkan semakin meningkat dari minggu kedua dan ketiga guna memenuhi stok produk yang akan dibawa saat pembukaan pop-up store Syncorn dalam event bertajuk Perayaan Jumat Sore yang digelar di Gedung Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM pada hari Jumat (31/7/2026).
Keikutsertaan Tim PPK Ormawa KAPSTRA dalam Perayaan Jumat Sore di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM menjadi penutup pelaksanaan program SYNCORN (Synergy Corn Innovation for Rural Empowerment) di bulan kedua. Pop-up store Syncorn kali ini, stok produk yang dibawa untuk dipasarkan lebih banyak karena melayani pembelian secara offline dan online melalui live shopping Tiktokshop dengan meraih lebih dari 50 pembelian produk. Pengunjung yang datang juga tak hanya melakukan pembelian produk, namun juga melakukan kegiatan interaktif dengan menjelajah fitur-fitur edukatif di laman resmi Syncorn (syncorn.id) yang menjadikan kegiatan pada sore hari tersebut semakin meriah. Capaian tersebut tidak hanya mencerminkan tingginya antusiasme pengunjung terhadap produk Syncorn, tetapi juga menjadi indikator awal bahwa perluasan pemasaran mulai menunjukkan hasil yang positif.
Menutup perjalanan program di bulan Juli, setiap langkah yang ditempuh menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh banyaknya produk yang dihasilkan, tetapi juga oleh kesiapan fondasi yang menopangnya. Mulai dari penguatan administrasi dan legalitas, peningkatan kapasitas produksi, hingga antusiasme masyarakat terhadap produk Syncorn melalui pemasaran offline (pop-up store) dan online (Tiktokshop) menjadi bukti bahwa proses pemberdayaan berjalan secara bertahap dan terus berkembang.