Universitas Gadjah Mada menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui Fajar Rasyid A. yang berhasil meraih Juara 2 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) Disabilitas Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Capaian tersebut diraih melalui gagasan inovatif yang mengintegrasikan teknologi aeroponik berbasis Internet of Things (IoT) dan desalinasi bertenaga surya sebagai solusi ketahanan pangan yang inklusif di tengah perubahan iklim.
Gagasan berjudul “ Integrasi Sistem Aeroponik Cerdas Berbasis Internet of Things (IoT) dan Desalinasi Bertenaga Surya hadir sebagai Solusi Ketahanan Pangan di Tengah Perubahan Iklim ” berangkat dari permasalahan yang dihadapi penyandang disabilitas di wilayah pesisir dan lahan kering. Dalam gagasan tersebut, keterbatasan akses terhadap pekerjaan, degradasi lingkungan, perubahan iklim, serta keterbatasan air tawar dipandang sebagai persoalan yang saling berkaitan. Melalui pendekatan Water-Energy-Food Nexus, inovasi ini mengintegrasikan tiga komponen utama, yaitu sistem aeroponik sebagai sarana produksi pangan, desalinasi untuk mengolah air laut menjadi air tawar, dan panel surya sebagai sumber energi mandiri. Sistem aeroponik juga dilengkapi IoT untuk mendukung pemantauan serta pengendalian lingkungan tanam secara efisien.
Tidak berhenti pada aspek teknologi, gagasan tersebut juga dirancang untuk memberikan dampak sosial dan ekonomi. Penyandang disabilitas bisa berkontribusi dalam mendapatkan peluang kerja sebagai operator teknologi pertanian, sementara pengembangan produk bernilai tambah dan kelembagaan kelompok tani diharapkan dapat mendukung terbentuknya ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Gagasan ini juga memiliki potensi untuk direplikasi di berbagai wilayah pesisir Indonesia.
Capaian Juara 2 pada PILMAPRES Disabilitas Nasional 2026 menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa UGM tidak membatasi kemampuan yang dimiliki. Sekaligus memperkuat komitmen UGM dalam membangun ekosistem kemahasiswaan yang memberikan ruang bagi setiap mahasiswa untuk mengembangkan potensi, menghasilkan gagasan berdampak, dan berkontribusi bagi penyelesaian tantangan bangsa.