Tim PPK Ormawa Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada sukses melaksanakan kegiatan visitasi perdana sekaligus pembukaan dan pengenalan program kerja kepada masyarakat. Kegiatan yang menandai dimulainya kolaborasi jangka panjang ini berpusat di rumah Bapak Suprihatin selaku Kepala Dusun Gunungan, Pleret, Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (21/6). Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Dusun Gunungan, jajaran perangkat desa, perwakilan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, tokoh masyarakat, serta perwakilan Organisasi Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada.
Program ini merespon permasalahan pengelolaan limbah tahu di Gunungan, Kalurahan Pleret, Kabupaten Bantul, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagai sentra industri tahu, wilayah ini menghasilkan limbah padat dan cair dalam jumlah besar yang berpotensi mencemari lingkungan, padahal limbah tersebut memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan. Melalui program SOYOGUNO (Soybean Zero Waste for Growth and Innovation), Tim PPK Ormawa BEM KM SV UGM menghadirkan pendekatan berbasis zero waste dengan mengolah limbah tahu menjadi produk bernilai tambah, disertai pendampingan manajemen usaha dan pemasaran digital.
Antusiasme masyarakat Gunungan Pleret dalam menanggapi program yang telah dipaparkan dalam kegiatan Pembukaan dan Pengenalan Program Kerja PPK Ormawa BEM KM SV UGM, Minggu (21/6)
Berbagai rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian disampaikan kepada warga, mulai dari pelatihan pengolahan limbah tahu hingga pendampingan pengembangan usaha. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi mengenai peluang pemanfaatan limbah tahu sebagai produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Salah satu sesi yang menarik perhatian warga adalah demonstrasi inkubator yang akan dimanfaatkan dalam proses produksi. Tim menjelaskan bagaimana teknologi sederhana tersebut dapat mendukung pengolahan limbah tahu menjadi produk yang aman, berkualitas, dan memiliki potensi untuk dipasarkan. Pengenalan teknologi ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai inovasi yang akan diterapkan selama program berlangsung.
Melalui SOYOGUNO, Tim PPK Ormawa BEM KM SV UGM berkomitmen mendampingi masyarakat Dusun Gunungan dalam mewujudkan sistem pengelolaan limbah tahu yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan dampak nyata, baik dalam mengurangi pencemaran lingkungan maupun meningkatkan nilai tambah produk lokal sehingga dapat mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.