Delegasi MUN berhasil mengharumkan nama UGM melalui partisipasi dalam NTU Model United Nations (NTU MUN) 2026 di Singapura dan Nagoya University Model United Nations (NUMUN) 2026 di Jepang, sepanjang Maret hingga Juni 2026 dengan membawa pulang total empat penghargaan. NTU MUN 2026 yang diselenggarakan oleh Nanyang Technological University pada 13–15 Maret 2026, empat delegasi UGM yang seluruhnya berada di bawah naungan UGM MUN.
Delegasi tersebut terdiri atas Gabriella Isabel (Gaby) dan Kayla Maharani dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), serta Rafadyn A. Adhiswara dan Qorina Nabil Laisha dari Fakultas Hukum (FH). Delegasi MUN yang diwakiliki oleh Gaby, mengikuti UN Women Council membahas mengenai perlindungan perempuan pengungsi, Kayla dan Rafadyn berpartisipasi dalam UNCITRAL Council dengan fokus pada isu penggerusan basis pajak, pergeseran laba, dan stablecoins, sementara Qorina menjadi delegasi pada Central Committee of the Communist Party of China (CPC).
Delegasi MUN Nagoya University Model United Nations (NUMUN) 2026 di Jepang, (13-15/05/2026). Foto : UGM MUN Community
Kerja keras dan semangat para delegasi UGM MUN Community tak hanya sampai situ saja, namun berlanjut pada Nagoya University Model United Nations 2026 yang berlangsung pada 27–28 Juni 2026. Delegasi UGM MUN Community terdiri atas Thyandra Glorient Leonora, Dhafina Jauza Ramadhani, dan Giovero Ferdian dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL); Zuhdi Zulkifli Sugiyanto, Amanda Zafira Mumtaz, Muhammad Rishad, dan Thomas Johan Putong dari Fakultas Hukum (FH); serta Syifa Nadira Siti H. dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), berkompetisi dalam tiga council, yakni World Health Organization (WHO), Economic and Social Council (ECOSOC), dan United Nations Security Council (UNSC). Ketiga council tersebut mengangkat berbagai isu global, mulai dari meningkatnya angka kematian akibat penyakit tidak menular dan malnutrisi, rezim pertanggungjawaban atas aset kecerdasan buatan yang demiliterisasi, hingga gejolak politik di Sudan Selatan.
Hasil yang diperoleh oleh masing-masing delegasi pada kedua kompetisi tersebut, didapat melalui kerja keras serta pembinaan yang dilakukan di bawah naungan UGM MUN Community. Meliputi pendalaman riset, pelatihan public speaking, penulisan akademis, hingga simulasi debat sesuai standar konferensi MUN Internasional. Tak hanya itu saja, komunitas ikut memberikan dukungan emosional untuk menjaga motivasi para delegasi selama proses persiapan hingga kompetisi berlangsung.
Adanya pembinaan tersebut membuahkan hasil yang membanggakan, diantaranya delegasi MUN pada NTU MUN 2026, Gabriella Isabel meraih penghargaan Verbal Commendation. Delegasi MUN pada Nagoya University MUN 2026, Thyandra Glorient Leonora meraih penghargaan Best Delegate, Amanda Zafira Mumtaz memperoleh Honorable Mention, dan Zuhdi Sugianto berhasil meraih Best Position Paper. “NTU MUN merupakan kompetisi yang sangat kompetitif dengan peserta dari berbagai negara. Saya sangat menikmati seluruh prosesnya, dan pencapaian Verbal Commendation ini tidak lepas dari persiapan yang matang serta dukungan dari banyak pihak,” ujar Gaby selaku Delegasi MUN. Senada dengan itu, Thyandra menyampaikan partisipasinya di Nagoya University MUN memberikan pengalaman berharga, tidak hanya dalam mengasah kemampuan diplomasi, tetapi juga memperluas perspektif terhadap berbagai kepentingan negara serta membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai belahan dunia.
Keberhasilan para delegasi UGM MUN Community dalam kedua kompetisi tersebut mencerminkan hasil dari proses pembelajaran, pembinaan, dan kerja keras yang mereka jalani selama berbulan-bulan. Melalui kemampuan berpikir kritis, berdiplomasi, dan beradaptasi di lingkungan internasional, membuktikan bahwa mahasiswa UGM mampu bersaing sekaligus memberikan kontribusi dalam forum global. Prestasi ini menjadi pijakan bagi para delegasi untuk terus mengembangkan kapasitas diri dan menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berani melangkah ke panggung internasional. .